Candi Kedulan ditemukan dalam keadaan runtuh dan terpendam material vulkanik yang terbawa oleh lahar gunung Merapi. Berdasarkan hasil kajian stratigrafi, Candi Kedulan telah tertutup lahar setebal 8 meter yang tersusun atas 15 lapisan sedimen. Candi Kedulan pertama kali ditemukan pada 24 September 1993 oleh para pekerja yang sedang menggali pasir. Mereka menemukan susunan blok-blok pada kedalaman tiga meter.

Salah satu pekerja bernama Sriyanto, warga Wanabaya, Jogonalan, Klaten, kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan ekskavasi penyelamatan.

Candi Kedulan berasal dari zaman Kerajaan Mataram Kuno

Dari prasasti di Candi Kedulan diperoleh informasi tentang pembangunan candi di zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu sekitar tahun 800 Masehi. Nama asli Candi Kedulan juga tercantum yaitu Parahyangan Tigaharyyan. Serta adanya informasi tentang pembangunan bendungan dan saluran irigasi yang mengairi sawah penduduk yang dibuat pada 869 Masehi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here