Gempa dahsyat yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 banyak menimbulkan kerusakan dan memakan korban jiwa sehingga memunculkan ide untuk mendirikan museum gempa yang bernama Museum Gempa Prof. Sarwidi. Museum ini terletak Jalan Malangyudo nomor 25 Kota Wisata Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta. Gagasan pendirian museum berangkat dari keprihatinan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana khususnya membangun rumah tahan gempa. Dengan adanya museum ini diharapkan pengunjung mendapatkan edukasi mengenai gempa dan upaya mitigasi yang baik untuk meminimalisasi risiko. Sedangkan nama museum diambil dari nama tokoh terkenal yaitu Prof. Dr. Sarwidi yang menciptakan rekayasa bangunan tahan gempa dengan konsep sederhana sehingga bisa diakses oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Karya beliau diberi nama Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa atau biasa disingkat Barrataga. Museum ini memiliki konsep Dynamics Museum and Gallery yang dilengkapi dengan wisata edukasi bertema kegempaan dan minimalisasi risiko bencana.

Museum ini sudah jadi langganan kunjungan rombongan dari berbagai daerah bagik siswa-siswa sekolah maupun instansi yang ingin studi mengenai kegempaan dan mitigasi bencana. Secara umum koleksi museum Gempa Prof Sarwidi terdiri atas Barratagana yaitu bangunan rumah tahan gempa karya Prof. Dr. Sarwidi, alat-alat peraga simulasi gempa, miniatur bangunan tahan gempa, dan pemutaran film mengenai gempa. Di sini pengunjung bisa melakukan banyak kegiatan menarik. Antara lain mengikuti simulasi siaga bencana dipandu oleh tenaga berpengalaman, mengikuti permainan rekayasa kegempaan dan display dokumen museum yang dijamin seru, pelatihan pembuatan bangunan tahan gempa yang menjadi ikon dari museum, serta diskusi dan softbound pengurangan risiko bencana. Semua kegiatan tersebut sarat akan pengetahuan dan manfaat yang berguna dalam mitigasi bencana. Setelah puas belajar di museum pengunjung bisa memilih Merapi Lava Tour dan menjelajahi wisata Lava Bantal yang tak kalah menarik.

Museum Gempa Prof. Sarwidi buka pada hari Selasa-Sabtu pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Khusus untuk pengunjung yang hendak datang dalam rombongan diharapkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Fasilitas yang disediakan museum ini cukup memadai terdapat kamar mandi, mushola, dan sarana parkir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here