Desa Wisata Sidoakur : Mengelola Lingkungan, Mengolah Sampah Menjadi Berkah

731
Desa Wisata Sidoakur tengah berbenah untuk meneguhkan keberadaan mereka sebagai desa wisata budaya yang ramah lingkungan. Meskipun lokasinya di pinggiran kota, alam pedesaan masih terasa kehadirannya. Aktivitas pertanian termasuk pertanian organik hingga pengolahan hasil pertanian masih menjadi potensi wisata yang menarik. Di samping itu, aneka tradisi seni serta budaya masih terpelihara. Bahkan berbagai ritual tradisi meliputi daur hidup sejak seseorang dilahirkan, belajar berjalan, khitan, menikah hingga meninggal masih dilakukan.

Sedangkan predikat ramah lingkungan didapatkan karena masyarakat Sidoakur mampu mengelola lingkungan dan mengolah sampah menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat.

Selain pelatihan pengelolaan lingkungan dan sampah, banyak hal dapat dilakukan di Sidoakur. Dengan mengikuti program kunjungan satu hari, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti bertani organik dan lahan sempit, berkebun, beternak, membuat jamu herbal, kerajinan bambu, serta belajar mendaur ulang sampah, seperti membuat kompos organik, membuat kerajinan topeng dari sabut kelapa, serta aneka kerajinan limbah lainnya.

Jika mengikuti paket menginap (live-in), pengunjung akan lebih leluasa mengenal berbagai kesenian tradisional yang masih hidup di kalangan warga seperti gejog lesung, kethoprak lesung (seni pertunjukan diiringi musik gejog lesung), macapat, panembrama, jathilan (kuda lumping), hadroh dan salawatan.

Beberapa permainan, baik modern maupun tradisional juga dapat digelar di Sidoakur, misalnya dalam rangka outbound. Dalam hal ini, permainan biasanya bersifat memanfaatkan kondisi alam dan lingkungan yang ada di desa Sidoakur, seperti menangkap ikan memanfaatkan kolam-kolam yang ada, lomba bakiak dan egrang bathok memanfaatkan kayu dan tempurung kelapa yang mudah didapatkan, dan titian tali.

Untuk menginap, Desa Wisata Sidoakur menyediakan 20 rumah warga yang siap difungsikan sebagai homestay dengan kapasitas maksimum 100 orang. Sementara untuk menyelenggarakan pertemuan dapat menempati rumah-rumah tradisional yang cukup luas seperti Joglo dan limasan. Sedangkan untuk penyelenggaraan acara outbound tersedia area cukup luas, termasuk untuk parkir. Bahkan, tidak jauh dari kolam-kolam ikan kini tengah dibangun lagi area outbound yang dirancang dengan baik dan terintegrasi.

Ketika singgah di Sidoakur, jangan lupa menikmati aneka sajian kampung yang khas seperti nasi megana, sengek, lepet jagung, serta wedang rempah yang hangat dan membangkitkan semangat.

Desa Wisata Sidoakur hanya berjarak 8 km dari pusat kota Yogyakarta ke arah barat, bisa ditempuh melalui jalan Godean. Jethak II, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta

Kontak :

M Jayuri (085743922950)
Andi Irawanto (081804241242)
Kasijo (081931182837)

Photos(http://sidoakur.files.wordpress.com)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here