Tidak ada yang spektakuler di Desa Wisata Tanjung. Rumah-rumah warga sebagian besar adalah rumah tembok, bukan kayu. Artinya, tidak ada eksotisme yang dibuat-buat di sana. Tetapi justru kalau Anda menginginkan tinggal sejenak dalam keaslian pergaulan masyarakat desa di pinggiran kota, menginaplah di sana, terlibatlah dalam aktivitas sehari-hari penduduknya. Bahkan, jika Anda sempat mengikuti ritual wiwitan yang digelar setiap kali akan memanen padi, Anda juga berkesempatan menikmati nasi megana serta lemper istimewa bikinan warga yang mereka sebut lemper smarandana.

Tanjung biasa menjadi tempat tujuan untuk mengikuti paket menginap (live-in) di tengah keluarga pedesaan. Agenda menarik, selain merasakan terlibat dalam aktivitas keseharian induk semang, juga mengikuti ritual budaya tradisi yang masih terpelihara seperti tedhun (ritual sebelum menanam padi), wiwitan (ritual sebelum menuai padi), sadranan (mendoakan leluhur), selikuran (menyambut akhir Ramadhan), atau Suran (menyambut bulan Muharam).

Selain paket live-in juga ada paket kunjungan sehari dengan berbagai aktivitas yang dapat diikuti seperti belajar bertani, berkebun, dan beternak, diikuti dengan susur sungai.

Di bidang seni-budaya kita bisa mengikuti aktivitas menari, tarian yang khas adalah Pekbung, sebuah tarian diiringi musik dari tempayan (tempat air) kecil yang ditutup lembaran karet dan dipukul sedemikian rupa di bagian bibir tempayannya sehingga menimbulkan bunyi “bung…bung”. Sedangkan jathilan/kuda lumping di desa Tanjung dikenali dari gerakannya yang masih asli berkat keberadaan beberapa penari sepuh yang dimiliki desa Tanjung.

Aktivitas lain yang bisa diikuti adalah menabuh gamelan, gejog lesung, membatik, melukis, belajar aneka permainan tradisional, serta belajar dekorasi dari janur dan kerajinan bambu. Untuk menginap, di Desa Wisata Tanjung terdapat home stay sebanyak 40 unit yang dapat menampung setidaknya 120 orang. Sedangkan joglo untuk pertemuan serta halaman parkir cukup luas pun tersedia. Ada beberapa kuliner khas yang dapat dinikmati di desa wisata yang hanya berjarak sekitar 2 km dari kota Kabupaten Sleman ini, antara lain sagon (makanan terbuat dari kelapa yang ditaburi gula pasir), nagasari, serta nasi megana dan lemper smarandana, terutama saat digelar ritual wiwitan.

Lokasi Desa Wisata Tanjung bersebelahan persis denganDesa Wisata Brayut. Tanjung, Donoharjo, Nganglik, Sleman, Yogyakarta

Kontak :

Sujarwati
08184256

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here