Desa Wisata Kelor biasa menamakan diri sebagai Dewi Kadjar (Desa Wisata Kampoeng Sedjarah) karena latar belakang sejarah mereka sebagai markas tentara pelajar di masa lalu. Tetapi, saat ini banyak juga yang mengunjungi Dewi Kadjar karena keberadaan sungai Bedhog di sebelah timur dusun.

Sungai indah-alami dengan lebar 5m dan kedalaman maksimal 1,5m ini menjanjikan pengalaman berwisata trekking yang menantang dan mengesankan sehingga banyak digandrungi orang. Menyusuri sungai dengan air jernih nan mengalir tenang di Desa Wisata Kelor seolah menjadi menu wajib yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Dipandu warga setempat, kita akan diajak mengenali alam secara lebih dekat. Lingkungan pepohonan hijau, udara yang segar, air yang jernih, hamparan batu dan kerikil di dasar sungai yang memberikan sentuhan sensasional di kaki kita, serta kicauan burung dan suara satwa yang begitu merdu di telinga akan menjadi pengalaman yang terus terbawa hingga pulang ke rumah.

Di Desa Wisata Kelor kita bisa memilih paket menginap (live-in) agar pagi-pagi kita bisa melakukan trekking sungai. Sore harinya dilanjutkan dengan wisata sejarah, antara lain mengunjungi joglo bersejarah yang dibangun pada tahun 1835. Joglo ini pernah menjadi markas Tentara Pelajar saat terjadi Clash II di Jogja dan sekitarnya, termasuk Sleman. Hingga saat ini bangunan joglo masih asli dan lengkap karena belum pernah mengalami perubahan berarti.

Agar petualangan menyusuri kampung sejarah menjadi sempurna, kita bisa memesan nasi pondoh, yaitu nasi yang ditanak dengan santan dan dipadatkan lalu dipotong kotakkotak, dimakan bersama tempe bacem. Pada masa-masa sulit dahulu, mendapatkan lauk untuk dihidangkan bersama nasi tidaklah mudah. Maka, muncul ide membuat nasi pondoh yang pulen-gurih dan enak dimakan meskipun tanpa lauk sehingga pantas dihidangkan.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan di Desa Wisata Kelor adalah belajar tentang budidaya salak sejak dari penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan. Jika ingin menikmati kesenian tradisional, warga bisa menyajikan kesenian kuda lumping, salawatan, dan barzanji. Desa Wisata ini menyiapkan home stay sebanyak 20 unit (maksimum menampung 100 orang), dan joglo tua. Sementara parkir diperbolehkan menggunakan sepanjang jalanan kampung.

Desa Wisata Kelor berada di arah utara, sekitar 17 km dari pusat kota Yogyakarta. Dari puncak Merapi kira-kira berjarak 25km, berada di kawasan selatan Merapi. Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta

Kontak :

0813-2595-5550 (Sutopo/Misroji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here